Rabu, 22 Agustus 2012







TETTEP SEMANGAT..........

    Usai lebaran, kembali ke modul. Ujian tinggal 2 bulan lagi, strategi mesti dijalankan. Sesuai schedule yang telah ada dalm peta semester 2012.2 target "Tidak Ada Nilai C ".
    FB an dikurangi, sehari cukup 60 menit, 15 menit malam hari, 15 menit pagi hari, dan 30 menit siang hari. Disiplin.....komitment.,, Yup, Preparation  Perfect Performance equal Success.
Keep sprit, keep fight, and never give up for everythings.

Selasa, 21 Agustus 2012


MUNAJATKU.......

DI KEHENINGAN MALAM
TAFAKUR DI KESYAHDUAN
MERINDUI JANJIMU, TUHAN
BANTUAN DIPERJUANGAN

KUTETESKAN AIR MATA
TUNDUK SEGALA DOA
MOGA TERANGKAT PENGHIJAB KALBU
ANTARA KAU DAN

YA ALLOH YA TUHANKU
KUTUNDUK PADA QODRAT
KUSERAHKAN JIWA RAGAKU
PADA TAKDIR IRODATMU

SAYANGI AKU DALAM RAHMATMU
CINTAI AKU DALAM RIDHOMU
HANYA KEPADAMU AKU MENGADU
YA ALLOH YA TUHANKU

Senin, 20 Agustus 2012

Artikel lucu....

( Publish in "APA KABAR. on August 18 - September 7, 2012)


City…..Bukan Siti…..!!!

    Siti lapiah namanya, aku berteman dengannya sejak SMP di sebuah kampung di  kota Garut selatan Jawa Barat.Dia biasa di sapa teh Siti.Walaufun dia bergelar ibu tunggal dan berputra 2, namun semangat belajarnya luar biasa. Sudah 4 tahun setengah dia mengais rezeki di negeri beton ini.
    Mulai bulan kemarin, setiap minggu kami belajar komputer di Art and Comunication Centre, Tin Hau. Satu kebiasaan aneh yang masih dia lakukan sejak dia di SMP, yakni suka duduk di bangku paling belakang, sedangkan saya suka duduk di bangku paling depan.
Hari itu minggu (15/2012), Bapak guru kami, dengan lafal yang agak cadal karna memang beliau berasal dari Nepal, menulis dalam papan tulis sambil menerangkan kepada kami tentang Ms Word Profesional .Dan kami semua yang duduk pada bagian depan dengan khusuk memperhatikan.
Pak Guru : “…Hallo….silahkan di ketik ini rumusnya: no seri, gelar, nama_depan,
                   nama _tengah,nama_belakang,suffix, alamat1,alamat2,city,country….”
Tiba tiba saja , dengan suara lantang Siti, teman saya menjawab,
 Siti         : “Saya Pak,..”
Seketika Pak Guru menoleh, dan suasana hening,
Pak guru  : “ Iya kenapa?”
Siti           : “Pak Guru panggil saya….”( dengan logat sunda)
Pak Guru  : “ Tidak, ini city = kota ,bukan nama kamu….duduk di depan yah …
                     Biar mengerti apa yang saya terangkan.”
(Seketika ruangan itu menjadi ramai, pada tertawa….)
Siti           : “ Maaf Pak…saya pikir bapak panggil saya tadi,…” dengan muka merah menahan malu, akhirnya dia duduk di barisan depan.

Dan bukan itu saja , pada saat pertama masuk kelas dulu ,  Pak Guru menerangkan bagian2 keyboard dan mouse,
……
Pak Guru : “ ….Silahkan tekan klik kanan kalau ada perintah klik kanan dan tekan klik   kiri jika ada perintah klik saja.”
Siti           : “ Maaf Pak…, kalau klik kiri mah susah atuh Pak. Saya mah biasa pakai tangan kanan…”
(seketika ruangan penuh tawa, maklumlah ini pertama kali dalam hidup Siti belajar komputer.)
Pak Guru    :”      Siti, kamu tetap menggunakan tangan kanan kamu, bukan berarti kalau klik, itu kliknya pakai tangan kiri, dan klik kanan pakai tangan kanan, kamu cukup menggunakan tangan kanan kamu  , ketika ada perintah klik , klik mouse kamu mengunakan jari telunjuk, dan  untuk klik kanan, klik mouse kamu dengan menggunakan jari tengah.” Begitulah Pak Guru menjelaskan dengan sabar.
Siti  : “Oh begitu ya Pak, terima kasih..” (dengan wajah polos)Ci

Artikel Lucu...........

 
Di muat "Apa kabar" edisi 7-20 juli 2012.

Kisah Bulik Sumarni

    Sumarni namanya. Baru sebulan dia sampai di sini, di negeri beton. Saya memanggilnya Bulik Sum. Karena kami memang masih ada hubungan keluarga . Nenek Bulik Sum adalah adik nenek saya. Kami tingggal satu dusun, yakni di lereng Gunung Kelud, Kediri. Bulik Sum adalah janda beranak dua. Dia sangat lugu dan polos, pekerjaan sehari harinya sebagai buruh pabrik di pabrik krupuk.
    Minggu kemarin aku jemput dia di tempatnya, Fan Ling, karena dia belum tau jalan di Hong Kong. Aku ajak dia ke lapangan Victoria, di bawah pohon palem tepatnya.Sambil makan-makan kemudian dia cerita kepadaku,“Mbak Ida,  hari pertama saya di tempat majikan, Sin San ku manggil aku begini.
“Asu…a…!” panggil Sin San, kemudian aku muncul dari dapur,”Haik….Sin San.” (Dalam hatiku berkata ini orang manggil sembarangan , maklum akh….orang cina kali ya cadal.)
Kemudian hari kedua, Dai Dai pagi hari bangun manggil aku, “ Asu….a… .” Kemudian aku tergopoh gopoh dari dapur kujawab,”Haik…cosan… .” (sekali lagi dalam hatiku, aku bisa maklum, mungkin masih pagi jadi ngomongnya cadal…)
Dan pada hari ke tiga, pulang kantor Sin San manggil,” Asu…a.. .” (Kemudian sambil dongkol dan sedikit kesal ku jawab,” Ug…ug…(kayak anjing menyalak). Karena Sin San gak mudeng apa itu “ug…ug….” Dia manggil lagi ,”Asu…..”  Akirnya ya sudahlah ku jawab aja ,”Haik….(dengan keras, toh Alloh juga tau kalo namaku bukan ASU tapi SUMARNI)
“Oh..ya mbak Ida, aku boleh minta tolong gak? Aku mau liat face book, keponakannku punya face book katanya,” pinta mbak Sum kepadaku. Karena di lapangan victory signal wi fii gak begitu bagus, maka aku kasih  HP ku kepadanya.
Bulik Sum bilang,” Mbak Ida HP sampeyan kok gemuk berat lagi.”
Kontan saja temanku, PC( baca pisi) , nyeletuk,” Mbak Sum itu HP Blackberry, mahal… .”
Bulik Sum,” Wong HP mahal kok berat, nah sekarang mana mbak Ida? Saya pengen ngerti face book itu seperti apa orangnya?”
PC  nyeletuk lagi, “ Mbak sampeyan dari planet mana sih… ?”
“Sudah-sudah, aku menenangkan suasana, “Bulik Sum , face book itu suatu aplikasi atau jejaring sosial……dia bukan orang….. .!”
(Bulik Sum garuk garuk kepala yang aku rasa tidak gatal)

                                                                                                             


( I sent to "SUARA")



Lupa Setting HP……
    “Panggil aku , May,” katanya. Begitulah teman satu flat dengan ku yang sudah ku kenal lebih dari setahun yang lalu, dia tinggal di tingkat 6 dan aku di tingkat 7  Tiuw Keng Leng. Nama lengkapnya Rumayah, kalo di rumah, di Indo  sono dia dipanggil “Rum” tapi sejak dia bekerja di Hongkong namanya berubah menjadi “May”. Dan bukan namanya saja yang berubah, tapi bentuk tubuh dan gaya rambutnya juga mengalami perubahan. Waktu di kampung dulu, di Blitar, badannya tidak lah kurus sangat alias montok, tapi sekarang berubah menjadi gempal. Dia bilang tiap pagi sebelum ke pasar dia rajin olah raga di taman, gym gratis yang ada di flat kami. Dan tak kalah hebatnya , rambutnya  juga ikut  trend model terkini. Rambutnya di papras pendek seperti potongan rambut actor Hollywood.Semua rambutnya berdiri tegak ngumpul di tengah dan di semir warna coklat muda. Dan setiap bulannya biaya perawatan rambut menghabiskan dana sekitar $500 tuturnya kepadaku.
 Seperti biasa, setelah belanja dari pasar, dia enggak langsung pulang ke rumah tapi ngobrol alias cangkruk di bawah flat.
     Ku lihat dari kejahuan tampak dia sedang cengingisan sambil megang HP . Setelah hampir dekat dia manggil aku, “ Mbak Ida, baru pulang mbak….?”
“Iya …May. Kamu kenapa May, kok  tumben muka sesangar kamu kok cengingisan  sendiri aku perhatiin dari jauh?” tanyaku.(maklum hidungnya di tindik,  celananya yang robek robek dan badannya yang gempal, sungguh dia nampak bukan seperti Rumayah yang ku kenal waktu di kampung, rumayah yang memakai jilbab dan santun)
“Iya mbak, ini HP ku baru!  no HP Dai Dai dan no tlp rumah aku setting  jadikan satu. La kemarin siang aku mau telpon Dai Dai mau minta izin ke dokter perutku sakit . Aku pencet aja nama Dai Dai dan aku gak merhatiin bener2 kalau yang ku pencet ternyata no rumah. Setelah saya telpon, No telpon rumah bunyi, aku angkat, “ Wei……”,  tapi gak ada suaranya, cuman krusek krusek, aku letakkan lagi aku pikir orang salah sambung.
Kemudian aku telpon Dai dai ku lagi, nah bersama itu pula telpon rumah bunyi, aku angkat ,”Wei…,” tapi gak ada jawaban cuman krusek krusek , “Wei, come a???” tetep aja gak ada jawaban.
Naah…. untuk yang ketiga kalinya aku mau telpon lagi ke Dai dai , tapi setiap aku pencet No Dai dai  telepon rumah bunyi lagi. Aku angkat,”Wei…pingko a? “ tapi tetep aja krusek krusek gak ada jawaban, dengan nada kesal aku bilang ,”Ni casing a..”. Saking geramnya aku tulis no telpon yang nelpon itu. “Beres..”, kataku dalam hati. “Rasain nanti Majikanku bakal laporin ke polisi, kalau mau main-main telpon ke rumah ini, dasar kurang kerjaan…., nanti malam aku akan laporkan ke Dai Dai ama Sin San,” aku mengguman dalam hati.
    Malam dah tiba, dinner pun dah siap. Ketika Dai Dai dan Sin San sedang makan ,aku ceritakan kalau tadi ada penelpon gelap, telepon sampai 3x,  tapi setelah aku angkat gak ada jawaban. Dan aku tulis no penelpon kemudian ku serahkan ke majikannku. Dai Dai ku manggut manggut, kemudian dia telpon no yang ku berikan. Dan…..
Ya ampun , no Hp ku yang bunyi. Sin San ku geleng geleng kepala Mbak, dia bilang ,”Ni em ke tak ni tinwa? Kau jo a…???”
“Kok aku jadi bego ya mbak? No hp ku sendiri aku gak ingat, itu setting nya kok gak aku pisah pisah, tobil tobil anak kadal, malu aku…..”



( I sent to "Apa Kabar")

 
ARTICLE : BELAJAR BAHASA INGGRIS DI MULAI DARI MENGHITUNG
     “Saya lulusan SMP, tapi gajiku melebihi P.Guru yang mengajarku waktu aku  masih duduk di bangku SMP, 5 tahun yang lalu. Saya sudah bisa beli yasan/sawah, beli Honda, sapi, nyekolahin adik ke SMK, “ ungkap Delima, sahabatku sejak kecil dari kampung, yang mempunyai nama asli Mariyana. Di kampung dia dipanggil “MAR” tetapi sejak dia bekerja di sini dan mempunyai account di face book, namanya berubah menjadi “Delima Bali”.
Nasib yang mempertemukan kami disini , di negeri Beton.
      Setelah solad dhuhur di Masjid Tsim Tsat Sui, kamipun jalan-jalan ke Star Verry. Di sepanjang jalan itu kami bercerita tentang masa kecil kami dulu.sampai akhirnya Delima bertanya kepadaku.
Delima :  “ Ida kamu kursus apa di YMCA?”
Aku       :   “ English basic grammar. Kenapa?”
Delima  :  “  Alah… gitu aja kok kursus, buang buang duit aja. Nih…aku kasih tau di internet ba-
                      nyak pelajaran bahasa inggris gratis. Aku juga belajar dari internet. Nah, belajar
                      bahasa inggris yang paling penting itu ngomong atau praktek langsung.Misalnya
                      gini, one, two, three, four,five,six,seven,eight,nine,ten,….. .”
“Iya iya…,” jawabku sambil manggut manggut. Tiba-tiba saja ada bule yang secara tidak sengaja menyenggol bahu delima, maklumlah di tempat itu lagi rame karna ada  acara parade musik.
Kemudain secara spontan Delima bilang ke saya, “Nah sekarang saatnya praktek belajar bahasa inggris menghitung.”
Delima  :  “ I am sorry , Sir.”
Bule      :  “ Iam sorry, too.”
Delima  :  “ I am sorry three, Sir”
Bule      :  “ What for?”
Delima  : “  I am sorry five, Sir”
Bule      :  “ Are you sick?”
Delima  :  “ I am sorry seven, Sir”
Bule      :  “ Crazy…..” ( kemudian bule nya pergi menjauh dari kami….)
Delima  :  “ I am sorry nine, Sir . Bye bye…”

Aku kemudian terbirit birit mencari toilet, perutku sakit tertawa dengan kekonyolan delima. Begitulah dari dulu sampai sekarang, delima itu keminter dan ke pede-an.


Ribuan Umat Islam di Hongkong Penuhi Masjid Kowloon

    Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.....Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Ribuan umat Islam di Hongkong melaungkan kalimat takbir pada ahad (19/8) di Masjid Kowloon , Tsim Tsat Sui – Hongkong.
     Saat matahari terbit di ufuk timur,  umat Islam di Hongkong menunaikan ibadah sholad Idul Fitri 1433H di masjid ini.
    Masjid yang dibangun pada tahun 1896  dan di desain oleh arsitek I.M.Kadri ini mempunyai  kapasitas daya tampung 2000 jemaah, namun setiap sholad Idul Fitri dan Idhul Adha selalu penuh sesak dengan para jemaah.Terutama untuk jamaah perempuan didominasi oleh para Buruh Migran Indonesia (BMI). Pelaksanaan sholad Idul Fitri 1433 H kali ini di bagi dalam 3 sesi, sesi I dimulai jam 7.30 bertindak sebagai iman adalah : Imam M.A.K. Suaibu Noohu Alim, sesi II dimulai pada jam 9.00 bertindak sebagai imam adalah: Mufti Muhamad Arshad, dan sesi III  dimulai pada jam 10.00 bertindak sebagai imam adalah: Haji S.H. Bakar Sahib Faheemi.
    Walaufun khotbah menggunakan bahasa Arab, Urdu, dan Inggris suasana tetap khidmad dan  sholad berjalan  dengan lancar.
     Seorang BMI asal Malang, Siti Mutmainah , ia mengatakan berangkat dari rumah majikan jam 6.00 pagi, karena merasa kuatir tidak akan mendapatkan tempat untuk sholad. “ Saya sangat bahagia dan juga terharu lebaran ini, Mbak. Bahagia karena bisa sholad Id, sedih karena enggak bisa berkumpul dengan  sanak keluarga di kampung,” tambahnya ketika ditemui sebelum sholad Idul fitri dimulai.
      Hal yang sama juga dialami oleh buruh migran asal Philipina, Aisyah Henderneem, ia mengatakan ini adalah sholad Id yang pertama kali di Hongkong. “ I feel happy and thanks to God that everythings is good after ramadhan,” ujarnya.
      Rasheena, seorang warga negara India, yang telah melakukan sholad Id di Hongkong selama 3 kali mengatakan bahwa dia merasa bahagia pagi ini bisa melakukan sholad Id. “Alhamdulilah … I feel very happy and serenity, tonight we will be ied ceremony with my family and my friends.It’s not first time for me to celebrate eid Fitri in Hongkong. I have done it before in India,” ia menjelaskan ketika di temuai  usai  sholad.
Usai sholad Idul Fitri para jamah saling bersalaman dan halal bihalal, dan hal ini juga berlangsung di halaman depan, dan sekitar masjid. (idakediri@ymail.com)